Ruangan Balai Resital Kartanegara agak dry utk penampilan orkes mini, akan tetapi cukup baik utk performa musik dgn tempo cepat. Sang konduktor sepertinya cukup memahami situasi ini.

Karena RT ruangan agak pendek lagu dgn tempo lambat terasa kurang blending karena sehingga perpindahan phrase antar dua alat musik terasa kurang smooth. Karena RT time pendek dan jarak menonton relatif dekat dibanding concert hall yg sungguhan, kita merasakan lebih engage dan intimate dgn musik. Level suara musik direct relatif dan early reflection lebih kuat dibandingkan level ambient reverb ruangan dan background noise.

RT yg pendek terbantu dgn presentasi low frequency dr cello dan bass yg cukup kuat sehingga musik berasa berbobot dan tidak cempreng, seperti yg saya dengar di aula simfonia jakarta yg presentasi low frequency kurang kuat.

Herwin Gunawan | Acoustic Lighting Audiovisual Built-Environment Design Consultant

A passionate architectural building physics and technology consultant driven by: human-centric, multi-sensory, high-performance, holistic integration of acoustics, lighting, thermal, and air through passive strategies, intelligent integration with advanced audiovisual, information technologies, align with UN SDGs, ESG, LEED and WELL certification. Based in Jakarta, serving International Market.

https://herwingunawan.work
Previous
Previous

Mengamati Bangunan Kolonial di Daerah Kota Tua Jakarta

Next
Next

Mengamati: Santo Ignasius Loyola Semarang