Desain Analisa Perbaikan Akustik Ruang Konser Utama Sydney Opera House
FASE DESAIN AWAL 1973 - 1996
Dr. Vilhelm Lassen Jordan adalah seorang insinyur sipil yang mengerti bidang arsitektural akustik. Dia ditunjuk sebagai konsultan akustik Concert Hall Sydney Opera House membantu Jorn Utzon yang kemudian dilanjutkan oleh Peter Hall. Sayangnya sejak dibuka pada tahun 1973, akustik ruang konser sering dikeluhkan oleh musisi yang tampil di sana, keluhan yang paling sering didengar adalah karakteristik suara yang tipis dan kurangnya pantulan suara awal.
Sydney Opera House menerbitkan buku teknis yang berjudul Red Book, dimana bagian akustik disusun oleh Vilhelm Lassen Jordan. Pada sub bab berjudul “Some Examples of Existing Large Halls and their Acoustic Data”, Jordan membandingkan sejumlah karakteristik—yaitu volume ruang, jumlah kursi, volume per kursi, waktu dengung (reverberation time) dalam kondisi kosong, serta waktu dengung dengan kehadiran penonton—untuk tujuh ruang konser yang sudah ada, ditambah dengan ruang konser Sydney yang diusulkan.
Sebagaimana dicatat oleh Jordan: “Akustik yang memuaskan didasarkan pada sejumlah faktor: waktu dengung, distribusi bunyi, difusi bunyi, dan dimensi ruang secara keseluruhan.” Dari faktor-faktor tersebut, waktu dengung menjadi faktor kunci dalam permasalahan akustik yang timbul akibat upaya memasukkan jumlah kursi yang dipersyaratkan ke dalam ruang konser sebagaimana dirancang semula oleh Utzon.
"Ruang Konser di Sydney Opera House merupakan salah satu ruang konser besar dengan kualitas terburuk di dunia”.
Kalimat ini dikutip secara harfiah dari pernyataan Leo Beranek dalam edisi tahun 1996 bukunya, dan sering digunakan dalam literatur akustik untuk menggambarkan kritik keras terhadap kualitas akustik Concert Hall Sydney Opera House sebelum renovasi besar tahun 2020–2022.
Pada tahun 1996 Leo Beranek guru besar ilmu akustik di Universitas Harvard melakukan pengukuran akustik dan survery psikoakustik terhadap 58 ruang konser di seluruh dunia. Hasil penelitian dijadikan buku dengan judul Concert Halls and Opera Houses: Music, Acoustics, and Architecture, di dalam buku ini Leo Beranek Ruang Konser Utama Sydney Opera House berada di urutan 53.
Peter Murray, dalam catatannya mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan kualitas akustik tidak baik menuliskan: Setelah pengunduran diri Utzon, penasihat akustik Lothar Cremer menegaskan kepada Komite Eksekutif Sydney Opera House bahwa rancangan akustik asli Utzon hanya memungkinkan 2.000 kursi di ruang utama. Ia juga menyatakan bahwa peningkatan jumlah kursi menjadi 3.000, sebagaimana ditetapkan dalam dokumen perencanaan (brief), akan menjadi bencana bagi akustik ruang.
Beranek tahun 2004 menyimpulkan: “Para arsitek merancang untuk klien, dan keduanya dapat memiliki tujuan yang sama yaitu membangun sebuah monumen yang akan didatangi publik dari tempat yang jauh dan yang akan memenangkan penghargaan internasional. Akan tetapi karena kurangnya pengetahuan dan minat, para arsitek dan pemilik sering kali gagal merancang—yang secara argumentatif merupakan fitur terpenting dari sebuah ruang pertunjukan musik—yaitu bagaimana suara dari sebuah komposisi tersebut akan terdengar.”
FASE STUDI MASALAH 1996 - 2007
Foto ruang konser sebelum perbaikan menggunakan Reflektor Akustik Acrilik yang berbentuk donut
Dari hasil survey tersebut pada tahun yang sama Maestro Edo de Waart bersama anggota Sydney Symphony Orchestra mengungkapkan keprihatinan mereka tentang keluhan atas buruknya akustik di ruang konser utama, dan membuat pengelola Sydney Opera House meminta beberapa konsultan akustik ternama untuk melakukan analisa masalah dan rekomendasi perbaikan sebagai berikut.
| Tahun | Konsultan | Rekomendasi Utama | Kutipan Langsung & Sumber |
|---|---|---|---|
| 1996 | Kirkegaard Associates | Identifikasi ketidakseimbangan pantulan suara dan perlunya penataan ulang panggung serta reflektor tambahan. | “Concert Hall exhibits limited support for ensemble sound on stage and weak projection into the hall.” — Kirkegaard Report (1996) |
| 1996 | Karlheinz Müller | Menyoroti lemahnya pantulan awal dari panggung dan ketidakseimbangan spasial suara. | “The lack of early energy in the platform area contributes to disconnection among players.” — Müller Review (1996) |
| 1997 | Peter Knowland & Associates | Menganalisis kelemahan area panggung sebagai penyebab utama masalah musikal dan interaksi antar-pemain. | “The primary acoustical problem is experienced on stage by the musicians.” — Knowland Report (1997) |
| 1998 | Arup Acoustics | Reflektor overhead, modifikasi panggung, material padat, dan kontrol kebisingan diperlukan sebagai solusi terpadu. | “Improvement will require a combination of stage treatment, new reflector, denser materials, and noise control.” — Arup Report (1998) |
| 2001 | Arup (Trial Reflector Study) | Reflektor orkestra prototipe efektif untuk peningkatan kualitas akustik penonton dan musisi di panggung. | “Study confirms that an orchestral reflector is effective... for both audience and platform.” — Arup Acoustic Evaluation (2001) |
| 2002–2003 | Nagata Acoustics | Rekomendasi: riser semi-sirkular, reflektor solid, sealing ceiling, dan perbaikan sistem HVAC. Sydney Concert Hall mendapat skor rendah dalam benchmarking. | “Compared to 11 world-class halls, Sydney ranked at the lower end.” — Nagata Benchmark Report (2003) |
| 2006 | Nagata (Riser Trial) | Konfigurasi riser terbukti meningkatkan formasi ensemble dan kualitas interaksi antar-musisi. | “The riser arrangement provides a more effective ensemble configuration.” — Trial Summary (2006) |
| 2007 | Kirkegaard Associates | Kritik atas kompromi desain awal dan kebutuhan perencanaan ulang secara menyeluruh. | “The Concert Hall is inserted into a void meant for an Opera Theatre… compromises have resulted in dysfunction.” — Kirkegaard Report (2007) |
Laporan Arup (1998) menyimpulkan bahwa, tanpa perubahan struktural besar terhadap geometri ruang, perbaikan akustik harus dilakukan melalui serangkaian langkah—termasuk pemasangan reflektor overhead, modifikasi panggung, penggantian material ringan dengan material padat, serta penanganan masalah kebisingan latar. Kesimpulan ini umumnya konsisten dengan pendapat profesional lain yang dikumpulkan.
Pada 2001 dilakukan uji coba bersama Sydney Symphony untuk mengetahui apakah sebuah reflektor solid tunggal akan menghasilkan perbedaan yang dapat dideteksi di panggung. Sebuah prototipe reflektor dibuat dari sebuah flat scenery berbahan plywood yang dipinjam dari Opera Australia. Meskipun tidak dirancang khusus sebagai reflektor akustik, prototipe ini memungkinkan konsep tersebut diuji. Dampak visual dan nilai warisan (heritage) terhadap venue baru akan dinilai setelah efek akustiknya ditentukan.
Laporan Arup Acoustics berjudul Acoustic Evaluation of a Trial Orchestral Reflector (2001) menyimpulkan bahwa: Secara keseluruhan, studi ini mengonfirmasi bahwa reflektor orkestra efektif dalam meningkatkan kondisi akustik baik di area penonton maupun di platform panggung. Hal ini secara bersama-sama memberikan peningkatan keseluruhan terhadap akustik Concert Hall. Meski demikian, perubahan lain pada Concert Hall (sebagaimana disimpulkan dalam laporan Arup Acoustics Mei 1998) perlu dipertimbangkan sebagai paket pekerjaan untuk memperbaiki akustik Concert Hall…
Pada 2002, Sydney Opera House memperoleh pendanaan dari Pemerintah NSW untuk Venue Improvement Program, serangkaian proyek besar di seluruh gedung. Sebagian kecil dana dialokasikan untuk meneliti dan mengembangkan konsep perbaikan akustik Concert Hall di masa depan. Nagata Acoustics dari Jepang direkrut sebagai konsultan akustik untuk investigasi tersebut.
Nagata menyelesaikan laporan benchmarking akustik (2003) yang membandingkan Concert Hall Sydney Opera House dengan 11 concert hall internasional yang dianggap ‘kelas dunia’. Concert Hall Sydney menempati peringkat rendah di antara venue-venue pembanding tersebut [12]. Berdasarkan pemodelan dan studi akustik, Nagata merekomendasikan pemasangan riser orkestra semi-sirkular, sebuah reflektor overhead solid, serta sejumlah pekerjaan ‘housekeeping’ seperti penyegelan area langit-langit untuk mencegah kebocoran suara dan perlakuan akustik pada sistem pendingin udara.
Rekomendasi-rekomendasi tersebut tidak dilaksanakan pada waktu itu karena pertimbangan heritage, anggaran, dan keterbatasan struktural. Penilaian independen oleh konsultan heritage, Design 5 Architects, menegaskan bahwa reflektor solid besar tidak cocok untuk Concert Hall Sydney Opera House dari perspektif warisan budaya.
Sebuah prototipe set riser bertingkat semi-sirkular sesuai spesifikasi Nagata diuji coba pada 2006. Sydney Symphony menilai konfigurasi ini berhasil memberikan susunan ensemble yang lebih efektif; riser tersebut dianggap dapat menawarkan solusi parsial.
Pada 2007, Nagata Acoustics tidak tersedia untuk melanjutkan pengembangan opsi akibat beban kerja yang tinggi. Kirkegaard Associates kemudian ditunjuk untuk bekerja sama dengan Sydney Opera House sebagai konsultan akustik untuk melanjutkan pengembangan konsep perbaikan akustik di masa depan.
Dalam laporan bertanggal 8 Agustus 2007, Kirkegaard menyimpulkan: Concert Hall adalah ruang arsitektural dramatis yang dimasukkan ke dalam volume yang pada awalnya dimaksudkan untuk sebuah Opera Theatre. Dari fakta dasar ini muncul serangkaian kompromi yang telah menciptakan aspek-aspek disfungsional pada concert hall. Kirkegaard mengajukan serangkaian rekomendasi yang dimaksudkan menjadi dasar proses masterplanning untuk perbaikan bertahap.
FASE UJICOBA 2007 - 2012
Uji Coba Reflektor Akustik di Concert Hall Sydney Opera House Pertama Tahun 2007.
Sydney Opera House dibangun dengan tradisi penggunaan prototipe skala penuh sebagai bukti konsep desain. Tradisi ini terus dijaga dalam setiap pengembangan dan rancangan proyek besar yang dilakukan sejak awal berdirinya gedung ini.
Rekomendasi dari Kirkegaard Associates memerlukan pengujian langsung di tempat (in situ) sebelum dapat dijadikan bagian dari rencana induk (masterplan) untuk perbaikan akustik Concert Hall. Selain itu, pengujian ini juga menjadi syarat untuk mendapatkan komitmen pendanaan dan sumber daya yang dibutuhkan.
Dengan memahami bahwa satu reflektor besar tunggal tidak dapat diterima secara visual dan nilai warisan, Kirkegaard menyarankan penggunaan susunan reflektor cembung berbentuk kotak yang dapat disesuaikan untuk mengatur cakupan dan arah pantulan suara. Sebelum uji akustik skala penuh dilakukan, bentuk reflektor ini perlu diuji secara visual untuk menilai kesesuaiannya terhadap estetika dan nilai heritage gedung. Selain itu, perlu juga dinilai dampaknya terhadap aspek teknis panggung, seperti titik-titik rigging.
Dua reflektor prototipe dibuat sesuai spesifikasi Kirkegaard. Reflektor ini digantung di atas panggung dan dinilai oleh arsitek serta konsultan warisan budaya. Perhatian utama tertuju pada tingkat transparansi dan pantulan cahaya, terutama karena dapat mengganggu pandangan ke arah organ besar dan langit-langit panggung.
Sesuai prinsip konservasi Sydney Opera House, jika diperlukan perubahan untuk meningkatkan nilai heritage ruang seperti Concert Hall, maka perubahan tersebut harus dilakukan sebatas yang diperlukan dan seminimal mungkin. Oleh karena itu, pengujian dimulai dari opsi yang memunculkan perubahan visual paling sedikit. Tim mempertimbangkan penggunaan reflektor bundar solid untuk menambah cakupan akustik tanpa mengubah tampilan dari bentuk "cloud" eksisting.
Opsi ketiga yang dipertimbangkan adalah meminimalkan perubahan visual pada cloud yang sudah ada, dengan cara mengisi lubang pada reflektor akrilik eksisting menggunakan cakram cembung.
Dari sisi warisan, semua opsi tersebut dianggap berpotensi dapat diterima untuk dikembangkan lebih lanjut, walaupun reflektor cakram bundar tampak kurang substansial dibanding opsi lainnya. Reflektor berbentuk kotak menghadirkan tantangan pantulan cahaya yang perlu diselesaikan.
Pengujian akustik dilakukan untuk menilai tingkat perbaikan cakupan dan kendali suara dari masing-masing opsi. Satu set penuh infill cakram (Gambar 13) dipasang pada 18 cloud akrilik eksisting. Hasil uji dengar Kirkegaard menunjukkan bahwa meskipun belum menjadi solusi akhir, ada peningkatan nyata dalam cakupan suara di panggung. Namun, Kirkegaard mencatat: “Susunan reflektor masih terlalu jarang untuk memberikan tingkat pantulan suara yang memadai di atas panggung.”
Uji Coba Reflektor Akustik di Concert Hall Sydney Opera House Kedua Tahun 2009
Pada tahun 2009 dilakukan uji coba paling komprehensif hingga saat ini untuk menilai efek gabungan dari tiga elemen:
Susunan reflektor overhead lebih luas,
Panel dinding datar yang menutupi geometri sawtooth, dan
Sistem arsitektur akustik elektronik.
Uji ini menghasilkan data akustik yang sangat besar, menemukan waktu yang tepat untuk pelaksanaan uji coba ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Sydney Opera House. Diperlukan waktu satu minggu ketika Sydney Symphony sedang tampil, dan tidak ada pertunjukan komersial lain yang membutuhkan instalasi teknis tambahan.
Pada Minggu, 6 September 2009, hall digunakan untuk pertunjukan sore oleh Australian Chamber Orchestra dalam mode akustik. Setelahnya, dilakukan pergantian teknis menuju konfigurasi dengan tirai akustik untuk pertunjukan malam Ben Folds yang menggunakan sistem suara amplifikasi.
Setelah pertunjukan malam selesai, sekitar 40 teknisi bekerja semalaman untuk memasang prototipe akustik dan rig pencahayaan tambahan, agar siap untuk sesi latihan Sydney Symphony keesokan paginya.
Layanan produksi, rigging, dan pencahayaan dikelola oleh tim Production Services Sydney Opera House, dengan tambahan kru dari Australian Crewing dan Endeavour Skilled Trades. Untuk kebutuhan uji ini, 18 reflektor akrilik di atas panggung dibongkar dan digantung kembali menggunakan struktur tri-truss sementara dalam konfigurasi yang lebih rapat.
FASE RENOVASI BESAR 2020 - 2022
Pada periode 2020–2022, Sydney Opera House menutup untuk umum dan melakukan renovasi besar pada Concert Hall dengan fokus memperbaiki persoalan akustik yang telah dikritik selama puluhan tahun. Elemen paling signifikan adalah penggantian sistem reflektor akustik lama—dikenal sebagai acoustic doughnuts—dengan panel reflektor dan diffuser kayu berlapis yang dirancang ulang secara ilmiah. Sistem baru ini dirancang untuk menghasilkan early reflections yang merata, meningkatkan kejelasan (clarity), kehangatan bunyi, serta intimacy antara orkestra dan penonton di seluruh area tempat duduk.
Selain itu, geometri dan material interior disesuaikan untuk mengoptimalkan waktu dengung bagi musik simfoni tanpa amplifikasi. Kursi penonton didesain ulang agar sifat akustiknya konsisten antara kondisi kosong dan terisi, sementara tata letak panggung diperbaiki agar musisi dapat saling mendengar dengan lebih baik. Integrasi sistem akustik pasif ini dilakukan bersamaan dengan pembaruan teknis—tanpa mengubah karakter arsitektur ikonik bangunan—sehingga Concert Hall akhirnya mencapai kualitas akustik yang sebanding dengan ruang konser kelas dunia.
Untuk melihat elemen akustik yang diterpasang sekarang baca tulisan: Mengamati fasilitas Ruang Konser Utama Sydney Opera House